Di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 September lalu, Trump mengumumkan AS akan mulai menggunakan istilah "kecerdasan super" dibanding "kecerdasan artifisial".

Trump menilai istilah "kecerdasan artifisial" menciptakan kesan keliru, bahwa teknologi tersebut tak nyata dan rekaan semata.

Dia juga mengatakan pemerintahannya akan melabeli siapa pun yang enggan menggunakan istilah "kecerdasan super" dan tetap memilih "kecerdasan artifisial" sebagai musuh.