"Siapa pun yang mengalami masalah seperti itu, kami selalu bersedia membantu," sambungnya.

Kabar mengenai kematian seorang pekerja laboratorium di institut penelitian pes di Siberia sebelumnya memicu kekhawatiran publik, terutama di media sosial.

Pekerja laboratorium tersebut dilaporkan jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia dalam kondisi yang belum dijelaskan secara rinci. Otoritas Rusia kemudian melakukan karantina terhadap puluhan orang yang diduga melakukan kontak dengan korban.

Meski demikian, pemerintah Rusia pada Senin menyatakan situasi berada dalam kendali. Otoritas setempat juga membantah bahwa korban meninggal akibat penyakit pes setelah pemeriksaan medis tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya.