NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Plt. Presiden Venezuela Delcy Rodriguez di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa sehingga menjadi pertemuan perdana mereka sejak penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh Washington.
"Kami melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana kami mendiskusikan penguatan hubungan bilateral dan pemajuan agenda kerja sama di sektor strategis seperti energi, pertambangan, keamanan, dan sektor lain yang menjadi perhatian bersama," kata Rodriguez melalui media sosial X.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap "dukungan teguh" pemerintah AS menyusul gempa bumi yang melanda Venezuela pada 24 Juni serta berterima kasih atas jasa Washington membantu Caracas "bergabung kembali ke forum-forum multilateral".
Rodriguez menegaskan bahwa Caracas dan Washington memiliki hubungan bersejarah yang akan terus dijalankan melalui dialog.
Plt. presiden Venezuela itu juga menegaskan komitmen pihaknya memajukan diplomasi dalam rangka "mencapai hasil konkret dan manfaat bersama bagi rakyat Venezuela".
Menurut keterangan Gedung Putih, dalam pertemuan informal tersebut, ikut serta pula Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, dan Wakil Kepala Staf untuk urusan Kebijakan Stephen Miller.
Pihak AS belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut.
Dialog di sela-sela sidang tahunan PBB tersebut merupakan pertemuan langsung perdana antara Trump dan Rodriguez sejak Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan khusus AS dalam sebuah operasi militer di Caracas pada 3 Januari.
Maduro kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan federal AS terkait narkotika yang ia terus sangkal.
Menyusul penangkapan Maduro, Washington mengakui Rodriguez sebagai kepala pemerintahan sementara di Venezuela.
Pertemuan mereka juga berlangsung menyusul tercapainya pakta kerja sama energi yang menyeluruh pada Agustus lalu, di mana Washington berhasil mendapat hak jangka panjang atas lebih dari 65 juta barel dari cadangan minyak mentah di 17 ladang minyak di Venezuela melalui perusahaan patungan bersama.
Penerjemah: Nabil Ihsan