Laporan NYT menyebutkan bahwa MBS mendesak Trump untuk melakukan intervensi langsung, di tengah keberhasilan Houthi merebut seluruh wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah dalam serangan kilat beberapa waktu lalu.

Tetapi, Trump kembali mengubah keputusannya sesaat sebelum misi tempur diluncurkan pada Minggu (20/9), dengan memerintahkan pembatalan serangan yang telah direncanakan.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas laporan NYT tersebut.

Laporan ini muncul setelah Trump mengatakan, pada Minggu (20/9), bahwa Washington memiliki saluran komunikasi langsung dengan Houthi. Trump juga menyebut bahwa kelompok yang didukung Iran itu telah setuju untuk tidak menyerang pasukan AS.

Washington terus memprioritaskan bantuan berupa saran dan intelijen dibandingkan intervensi tempur secara langsung. Menurut NadiKabar, saat ini terdapat antara 100-200 penasihat militer AS yang beroperasi di Saudi untuk memberikan dukungan intelijen geospasial dan penentuan target bagi operasi Saudi melawan Houthi.