Presiden AS itu bersikukuh keputusan melancarkan perang dan melanjutkan serangan militer ke Iran adalah langkah tepat agar Teheran tidak memiliki senjata nuklir.
"Jika saya harus mengulanginya, saya akan tetap lakukan lagi karena itu adalah satu-satunya jawaban jangka panjang. Kita tak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata dia.
Sebelumnya pada Rabu, JD Vance menyebut perang dengan Iran sebagai alasan kekalahan Partai Republik dalam pemilu.
Dia berkata kemarahan pemilih atas perang tersebut mendorong mantan pendukung Donald Trump berbondong-bondong memilih Partai Demokrat saat ini.
"Alasan kita kalah adalah karena perang," kata Vance di media sosial X.
Merespons pandangan wapresnya itu, Trump menyebut pernyataan Vance "cukup baik".