NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (26/9) mengatakan dirinya telah menolak usulan bersyarat Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Minyak dalam jumlah besar keluar dari Selat Hormuz. Tadi malam, ada 29 kapal yang melintas keluar," ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih. "Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga senang membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan itu tidak akan bisa diterima," tambahnya. Pada Jumat (25/9), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan kepada para wartawan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City bahwa Iran telah menyampaikan rencana "konkret" kepada AS melalui Qatar, yang memungkinkan selat tersebut dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Jangka waktu tujuh hari tersebut akan dimulai segera setelah Washington menerimanya, ujarnya. Berdasarkan rencana tersebut, AS perlu melakukan langkah-langkah tertentu yang menurut Iran mungkin memakan waktu empat atau lima hari, ujar Araghchi.