Washington kemudian mengizinkan Wakil Presiden Maduro saat itu, Delcy Rodriguez, untuk tetap menjabat sebagai pemimpin sementara selama dia bersedia mengikuti kebijakan AS.
Trump telah secara terbuka menyatakan keinginan untuk mengamankan minyak Venezuela bagi AS. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa langkah ini akan melipatgandakan cadangan minyak AS hingga lebih dari dua kali lipat, dan akan menyediakan sumber minyak mentah baru untuk membantu menurunkan harga bahan bakar di AS.
"Transaksi bersejarah ini melipatgandakan LEBIH DARI DUA KALI LIPAT cadangan minyak Amerika, meningkatkan pasokan minyak kita secara signifikan, dan akan menurunkan harga bahan bakar secara substansial bagi seluruh rakyat Amerika untuk jangka panjang, sembari terus membantu mengarahkan Venezuela menuju kesuksesan luar biasa dan kemakmuran yang besar," cetus Presiden AS tersebut.
"Transaksi ini akan sangat memperkuat hubungan yang sudah semakin berkembang tim redaksi Venezuela dan Amerika Serikat!" sebutnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan bagi kedua negara. Dia mengatakan bahwa kesepakatan itu akan menjamin pasokan minyak yang stabil dan berbiaya rendah bagi AS dan membantu menurunkan harga bensin.