NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan eksplorasi minyak, gas, dan mineral besar-besaran akan segera dimulai di Greenland. Pengumuman ini disampaikan setelah tercapainya kesepakatan keamanan antara Amerika Serikat, Denmark, dan para pemimpin di pulau Arktika tersebut.
Trump tidak memberikan perincian tentang perusahaan mana yang akan terlibat, di mana eksplorasi akan dilakukan, atau kapan operasi akan dimulai.
"Eksplorasi minyak, gas, dan mineral besar-besaran akan segera dimulai di Greenland kita yang baru dan indah!" demikian ditulis Trump di platform Truth Social miliknya. Ia juga mengeklaim bahwa para ahli yakin Greenland memiliki beberapa cadangan minyak terbesar di dunia dan mudah diakses, tapi ia tidak memberikan bukti apa pun.
Greenland diyakini memiliki cadangan minyak yang belum dimanfaatkan secara substansial, tapi sejauh mana menguntungkan jika ditambang, belum dapat dipastikan karena biaya ekstraksi yang tinggi, kondisi Arktika yang sulit, dan pembatasan lingkungan. Sejauh ini belum ada produksi minyak komersial yang didirikan di Greenland.
Greenland memiliki sumber daya mineral yang penting, termasuk unsur tanah jarang yang digunakan dalam elektronik, teknologi energi terbarukan, dan peralatan militer.
Greenland juga menarik perhatian akibat potensi cadangan minyak dan gasnya, walaupun eksplorasi di lingkungan Arktika yang berat menjadi tantangan teknis dan ekonomis.
Agustus lalu, beberapa laporan tentang sebuah perusahaan minyak AS yang memulai persiapan operasi di bagian terpencil di Greenland timur menyulut keresahan di antara penduduk dan pemerintah lokal.