Setelah menerima laporan tugboat tenggelam ini petugas gabungan dari Satpolairud Polres Gresik, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bawean, Kamladu, dan Basarnas melakukan pencarian. Nelayan di sekitar perairan Bawean juga turut membantu proses pencarian.

Kasatpolairud Polres Gresik AKP Nyoman Ardita membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan 8 ABK sempat ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.

"Para ABK sempat ditemukan oleh kapal yang melintas. Mereka para ABK diberikan makanan. Namun, kapal yang melintas tidak bisa membawa atau menarik tugboat. Sehingga saat ini masih dilakukan pencarian," ungkap Nyoman, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan laporan sementara, TB MT20 1301 tenggelam akibat hantaman gelombang besar saat cuaca buruk di perairan Bawean. Sesuai prakiraan BMKG Bawean dan Tanjung Perak, gelombang di perairan Bawean tercatat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.