"Ini adalah sebuah tugu hanya untuk memberikan penegasan, memang di sini adalah Pondok Kopi, memang di sini punya sejarah pohon kopi. Dan sejarah ini sudah bukan sejarah yang semata-mata baru, tapi ini dari zaman Belandanya, dari zaman kolonialnya, memang di wilayah ini adalah wilayah kebon kopi," kata Ega.

Ega mengatakan simbol kopi itu merupakan hasil musyawarah warga. Dia berharap Tugu Pondok Kopi dapat dilihat para pengguna kereta api dari luar Jakarta karena letaknya tak jauh dari rel.

"Karena ini adalah tampak depan dari utara. Seluruh kereta dari arah Jatinegara menuju Jawa dan Jawa masuk ke Jakarta, semua melintasi ini. Semua melintas. Jadi mudah-mudahan dengan adanya ini, ini menambah semangat kita bahwa warga Pondok Kopi harus punya sesuatu yang bisa dibanggakan, khususnya adalah di wilayah Jakarta Timur," ujarnya.