β€œKalau ada petani yang butuh modal, kadang kami bantu. Karena kalau petaninya bisa terus jalan, hasilnya juga bisa terus kami pasarkan bersama. Jadi memang kami tumbuhnya dari lingkungan sendiri,” lanjutnya.

Pola tersebut membuat usaha alpukat di Sumberejo berkembang dengan saling menopang. Petani tetap fokus merawat kebun dan menjaga kualitas buah, sementara jaringan pemasaran terus dibangun agar hasil panen memiliki lebih banyak jalan menuju pembeli.

Oleh karena itu, Prayitno terus mencari peluang untuk memperbesar jaringan pemasaran. Hal ini karena luasnya pasar menentukan seberapa jauh hasil kerja di kebun dapat memberikan nilai. Semakin banyak pembeli yang dapat dijangkau, semakin besar pula peluang hasil panen terserap, modal kembali berputar, dan usaha dapat dilanjutkan pada musim berikutnya.

Bersama kelompok tani di wilayahnya, ia kemudian terhubung dengan program Klasterku Hidupku dari BRI. Hubungan tersebut bermula ketika BRI melakukan survei kepada kelompok tani dan membuka peluang kerja sama.

Melalui Klasterku Hidupku, ruang untuk memperluas jaringan usaha semakin terbuka. Dukungan tersebut menjadi penting karena bertambahnya akses pasar akan ikut memperbesar kemampuan kelompok dalam membawa hasil kebun petani Sumberejo kepada lebih banyak pembeli.