NADIKABAR.COM — Pembalap Ducati, Marc Marquez bisa pensiun lebih cepat lantaran tuntutan kepada pembalap MotoGP dianggap kian tidak masuk akal.
Saat ini kontrak Marc Marquez dengan pabrikan Ducati berakhir hingga 2028 mendatang. Akan tetapi, pengamat MotoGP, Carlo Pernat yakin Marquez bisa 'mundur' setahun lebih cepat, yakni pada akhir musim depan.
Alasannya adalah, tuntutan dari pemilik baru MotoGP, Liberty Media, yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup para pembalap.
Dikutip dari Crash, Marquez yang sudah sepanjang 14 tahun berkarier di MotoGP dengan sebagian besar jadi pembalap tim pabrikan menorehkan sejarah panjang dalam ajang ini.
Akan tetapi, tuntutan kepada para pembalap saat ini terasa kian berat dan makin tidak masuk akan. Terlebih dengan mempertimbangkan trauma fisik yang dialami setelah kecelakaan hebat pada 2020.
"Dia mungkin akan pergi," kata Pernat.
"Menurut saya, dia akan menjalani satu tahun lagi, yaitu tahun depan, karena tentu saja dia masih terikat kontrak. Namun, dengan segala hal yang terjadi seiring dengan kepemilikan baru MotoGP oleh Liberty Media, sejujurnya menurut saya Marc termasuk salah satu orang yang ingin menyingkirkan gangguan-gangguan tersebut," ucap Pernat menambahkan.
Tidak heran menurut Pernat, dalam beberapa kesempatan belakangan, Marquez cukup memperjuangkan kepentingan pembalap, termasuk ketika tidak mengikuti kegiatan komersial usai MotoGP Jepang.
"Anda bisa melihat bahwa ia mulai menjadi sosok pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai aspek. Ia ingin mencapai masa pensiun dari dunia balap motor-dalam satu atau dua tahun ke depan dalam kondisi yang sehat," tutur Pernat.
Pernat menilai, aturan-aturan bagi para pembalap saat ini sudah di luar nalar dan tidak lagi menyenangkan.
"Dengan semua aturan baru yang diterapkan, seperti sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu, serta total 44 kali balapan, Marc menyadari bahwa kehidupan sebagai pembalap kini tidak lagi menyenangkan. Ini adalah kehidupan yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya, baik dari sisi fisik maupun mental," ujar Pernat.