Tim tersebut telah membuka akses bagi alat berat yang akan digunakan dalam pencarian di kompleks perbatasan, yang sebelumnya tersapu oleh banjir. Jalan menuju perlintasan perbatasan tersebut hancur serta tertimbun air, lumpur, dan bebatuan.

Secara terpisah, China melaporkan 16 korban jiwa dan 546 orang hilang per hari Minggu.

Bencana ini bermula pada 26 Agustus di wilayah Himalaya, ketika runtuhnya gletser menyebabkan batu, es, dan air lelehan meluncur ke lembah di bawahnya, sehingga memicu banjir besar di bagian hilir. Luapan air masuk ke sungai-sungai yang mengalir melintasi Tibet dan Nepal, menyebabkan ketinggian air meningkat drastis. Air bah menyapu rumah, bangunan, jalan, dan jembatan, serta membawa lumpur dan bebatuan ke arah hilir.