NADIKABAR.COM — Turkiye berharap proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik Ukraina terus berkembang dan inisiatif yang dilakukan Amerika Serikat (AS) menghasilkan kemajuan konkret, menurut sumber pemerintah Turki kepada RIA Novosti.

"Presiden Recep Tayyip Erdogan berdialog dengan para pemimpin Barat untuk memberikan momentum baru bagi perundingan mengenai Ukraina. Memulihkan proses perundingan tetap menjadi prioritas pemimpin Turkiye," kata sumber tersebut.

Menurut sumber itu, Turkiye berharap inisiatif pemerintahan AS menghasilkan hasil yang konkret dalam upaya mendorong penyelesaian konflik Ukraina.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Turkiye Sergey Vershinin mengatakan Rusia menghargai upaya pemerintahan AS saat ini untuk menyelesaikan konflik Ukraina berdasarkan pemahaman terhadap akar permasalahan konflik tersebut.

Pada 5 September, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, di Kremlin.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Dalam pertemuan itu, Putin menekankan perlunya mengatasi seluruh akar permasalahan konflik Ukraina, menurut ajudan Kremlin Yuri Ushakov.

Sehari kemudian, para perunding AS tiba di Kiev dengan kereta api dari Polandia. Media Ukraina melaporkan perundingan berlangsung dalam beberapa tahap, dengan perwakilan Inggris, Prancis, dan Jerman turut bergabung pada salah satu tahap.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan