NADIKABAR.COM β Turkiye dan Irak sepakat meningkatkan kerja sama keamanan, termasuk memulihkan kendali penuh Pemerintah Irak atas wilayah Sinjar dan menyerahkan kompleks militer Turkiye di Bashiqa-Zilkan secara bertahap.
Menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Direktorat Komunikasi Turkiye, kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoan dan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).
"Mereka sepakat untuk memulihkan sepenuhnya otoritas negara (Irak) di Sinjar dan memberantas keberadaan kelompok-kelompok bersenjata asing yang ilegal," demikian isi pernyataan tersebut.
Sinjar merupakan sebuah kota di wilayah utara Irak. Pada 2014, kelompok ISIS menyerang dan menduduki kota tersebut. Pasukan Kurdi yang dibantu Amerika Serikat berhasil merebut kembali daerah itu setahun kemudian.
Selama pertemuan tersebut, kedua pihak meninjau kembali hubungan strategis antarkedua negara, dan menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat kerja sama di bidang keamanan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, seiring dengan dilaksanakannya langkah-langkah keamanan yang telah disetujui oleh Irak, pasukan Turkiye akan menyerahkan kompleks militer Bashiqa-Zilkan secara bertahap kepada Pemerintah Irak.
Selain isu keamanan, kedua negara juga dilaporkan sepakat untuk memperluas perdagangan dan investasi bilateral, serta segera merealisasikan sejumlah perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.
Kedua pihak juga berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek strategis bersama, terutama Proyek Jalur Pembangunan (βDevelopment Roadβ Project).
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman