NADIKABAR.COM — Turkiye membuka kemungkinan perluasan keanggotaan Perjanjian Pertahanan Makkah dalam waktu dekat di tengah konflik Arab Saudi- kelompok Houthi, ungkap sumber di kabinet Turkiye kepada RIA Novosti, Rabu.
"Tidak dapat dikesampingkan," kata sumber tersebut ketika ditanya mengenai kemungkinan perluasan perjanjian.
Kementerian Luar Negeri Turkiye telah membahas opsi tersebut dengan Kementerian Luar Negeri Mesir pada September. Namun, saat itu belum disebutkan jadwal konkret terkait perluasan perjanjian.
Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah ditandatangani Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan pada 7 Agustus.