Kesepakatan tersebut mengatur penguatan daya tangkal bersama, dengan serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Pada Senin, Turkiye dan Pakistan sepakat bergerak menuju penerapan kewajiban pertahanan bersama serta memastikan pengerahan cepat pasukan dan aset militer yang telah disepakati ke Arab Saudi berdasarkan perjanjian tersebut.
Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan bersama setelah pertemuan Komite Strategis Politik dan Pertahanan Aliansi Makkah.
Turkiye sebelumnya juga menyatakan perjanjian tersebut terbuka bagi negara lain. Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan visi kesepakatan itu tidak terbatas pada tiga negara dan berharap dapat diperluas ke negara-negara kawasan.