NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri Turkiye mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah yang diduduki.

"Kami meminta masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah-langkah yang efektif dan tegas guna menghentikan kebijakan ekspansionis Israel yang meningkatkan ketegangan di kawasan, serta memastikan penarikan pasukan mereka dari wilayah Suriah yang diduduki," demikian menurut pernyataan Kemlu Turkiye.

Menurutnya, dengan terus membangun benteng pertahanan di provinsi Suriah, Quneitra, yang berada di Dataran Tinggi Golan, Israel dianggap telah melanggar Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974.

Israel sedang membangun garis "Sufa-53" di Provinsi Quneitra, yang mencakup jalan militer, tanggul, dan parit di sepanjang garis pemisah.

Perjanjian 1974 antara Suriah dan Israel menetapkan pembentukan zona penyangga di Dataran Tinggi Golan di bawah kendali PBB dan pembatasan kehadiran militer kedua belah pihak di wilayah-wilayah yang berdekatan.

Turkiye akan terus mendukung kedaulatan, persatuan politik, dan integritas wilayah Suriah serta menjalin kerja sama dengan negara-negara lain di kawasan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat demi mendukung prinsip-prinsip tersebut, katanya.

Menyusul pergantian kekuasaan di Suriah pada Desember 2024, pasukan Israel menduduki wilayah Suriah dari zona penyangga di Dataran Tinggi Golan dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

Pemerintah baru Suriah kerap menuntut penarikan pasukan Israel dan menuduh mereka telah melanggar kedaulatan negara tersebut.

Penerjemah: Asri Mayang Sari