NADIKABAR.COM — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar yang terpilih kedua kalinya mengutip tiga ayat Al-Qur'an yang jadi pijakan Nahdlatul Ulama (NU). Ayat-ayat tersebut berperan penting dalam menyusun gerakan serta program pada abad kedua.
Ketiga ayat Al-Qur'an itu juga menjadi landasan NU memperkuat kemandirian ekonomi dan mendorong pemulihan ekologi.
"Dalam mengawali atau persiapan kita untuk melangkah di abad kedua Nahdlatul Ulama ini, ada tiga ayat yang merupakan dasar pijakan kita untuk mengembangkan, terutama di bidang-bidang ekonomi yang saat ini memang mayoritas masyarakat Indonesia tergolong minal fuqara' wal masakin (kaum fakir dan miskin)," ujarnya dalam penutupan Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang juga disiarkan secara daring lewat YouTube TVNU, Senin (31/8/2026).
Lebih lanjut, Kiai Miftach --sapaan akrabnya-- menuturkan tiga ayat itu jadi landasan besar NU di abad kedua, utamanya dalam memfokuskan gerakan pada kemandirian ekonomi dan pemulihan ekologi.
Ayat pertama yaitu surah Al Baqarah ayat 30 tentang manusia sebagai khalifah fil ardh atau pengelola bumi. Berikut bunyinya,
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā'ilun fil-arḍi khalīfah, qālū a taj'alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā`, wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak, qāla innī a'lamu mā lā ta'lamụn
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."