NADIKABAR.COM — Universitas Brawijaya (UB) mengaku kecolongan dengan adanya percobaan bunuh diri mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19), dengan meloncat dari lantai 6. Karena selama ini mitigasi terkait kesehatan mental mahasiswa menjadi fokus utama.
"Kami sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Dan kami merasa kecolongan. Karena telah melakukan langkah-langkah pencegahan terkait kesehatan mental mahasiswa," ujar Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Tri Wahyu, proses asesmen terhadap mahasiswa sejak awal telah dilakukan pihak kampus. Bahkan mereka memiliki kewajiban untuk mengikuti psikotes sebagai upaya mitigasi kondisi kesehatan mental mahasiswa. Hasilnya akan dijadikan dasar kategori mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.
"Ada kewajiban mahasiswa ikut psikotes, hasilnya kita kategorikan, mana yang membutuhkan perhatian atau pendampingan. Masing-masing fakultas juga melakukan hal sama," tuturnya.