Dia menambahkan bahwa Pike juga mengalami penggumpalan darah di salah satu lengannya serta pneumonia, dan tidak mampu menelan. Pike diyakini sebagai satu-satunya orang yang selamat dari upaya eksekusi melalui suntikan mati.
Setelah dipastikan bahwa Pike tidak akan meninggal dunia usai pemberian dua dosis obat pentobarbital, dia dilarikan ke rumah sakit. Di sana, dia sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari sementara tim medis berupaya membersihkan tubuhnya dari zat kimia yang telah disuntikkan tersebut.
Para pengacara Pike telah menghadap hakim dalam sebuah sidang darurat, di mana tim hukum Pike meminta agar seluruh bukti terkait pelaksanaan eksekusi yang gagal itu diamankan. Bukti-bukti tersebut dapat menjadi landasan bagi gugatan hukum terhadap negara bagian di kemudian hari.
Luke Ihnen, salah satu pengacara Pike, mengawali keterangannya dengan memaparkan berbagai 'kendala' yang menyulitkan komunikasi dengan kliennya.
"Hingga kemarin, klien kami tidak sadarkan diri dan tidak dapat berkomunikasi," ujarnya kepada Hakim Chancellor I'Ashea Myles. Saat ini, lanjutnya, Pike sudah bisa 'berbicara secara terbatas'.