Angka AQI itu didasarkan pada konsentrasi partikulat halus, atau PM2,5 di udara. Partikel-partikel kecil ini dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan menimbulkan risiko lebih besar bagi kelompok rentan.
Seorang fisikawan atmosfer dan profesor meteorologi di Institut Ilmu Lingkungan dan Meterologi Universitas Filipina, Dr Gerry Bagtasa, mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan adanya titik api aktif di wilayah Kalimantan bagian barat dan selatan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Dr Bagtasa, pola angin yang tidak biasa membawa asap dari pulau di Indonesia tersebut ke arah Filipina, sehingga memungkinkan polutan untuk melintasi garis khatulistiwa dan mencapai wilayah negara tersebut.