"Pembagian masker ini bertujuan agar masyarakat tidak terpapar langsung oleh partikel pencemaran udara yang semakin buruk oleh kabut asap," ujar Aprizal Hasyim, Minggu.

Aprizal menjelaskan, kabut asap yang berasal dari karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah membuat kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Pada Minggu pagi, Indeks Kualitas Udara (AQI) di sejumlah titik bahkan tercatat tembus di atas 500 hingga 700.

Pemerintah Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, serta menutup pintu dan jendela jika asap masuk ke dalam rumah.