NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan peringatan dini udara panas beberapa hari terakhir. BMKG mengungkap, kondisi tersebut diakibatkan kurangnya tutupan awan di musim kemarau.

Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Sub Koordinator Pelayanan Jasa di BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha Pahlawan menjelaskan, kurangnya tutupan awan menyebabkan sinar Matahari maksimum masuk dan memanasi permukaan Bumi. Kondisi inilah yang menyebabkan udara terasa sangat panas, terutama ketika Matahari dalam keadaan terik.

"Karena kondisi cuaca yang cerah, sehingga tutupan awan berkurang bahkan nihil. Sehingga sinar matahari maksimum masuk dan memanasi permukaan," ujar, Rizky saat diwawancarai NadiKabar, Senin (7/9/2026)

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan kondisi udara panas berbeda dengan suhu panas. Suatu wilayah dikatakan berada dalam kondisi udara panas setelah diukur dari parameter suhu, kelembapan udara, dan kecepatan angin.

"Kalau suhu panas, itu nilai yang tercatat di alat pengukur suhu seperti termometer, itu yang dinamakan suhu panas. Tapi kalau udara panas, yang kami berikan peringatan dini itu sudah menggabungkan beberapa parameter," jelasnya.