Bantahan ini disampaikan beberapa jam setelah militer Iran mengumumkan, pada Senin (31/8) dini hari, bahwa pasukannya menargetkan Pangkalan Udara Al Minhad, yang menampung pasukan AS, di UEA dengan "puluhan drone penyerang".
Serangan itu dimaksudkan untuk membalas gempuran terbaru AS terhadap Pulau Larak pada Minggu (30/8) waktu setempat, yang diklaim memakan korban jiwa.
Diklaim oleh militer Iran bahwa serangannya menargetkan lokasi-lokasi di pangkalan udara tersebut, yang menjadi tempat pasukan dan helikopter militer AS ditempatkan.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa pasukannya telah menangani sebuah drone yang datang dari wilayah Iran, dan terdeteksi mengudara di atas wilayah perairan mereka.
"Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa Angkatan Udara UEA merespons sebuah UAV (kendaraan udara tanpa awak-red) yang terdeteksi di wilayah perairan negara tersebut, yang bergerak mendekat dari arah Iran," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA via media sosial X.