Sementara itu, ia mengatakan AI pada sistem ini juga dibatasi dalam ranah membantu merapikan data dan analisis. Adapun data awal tetap berasal dari masyarakat dan relawan.

Ia menambahkan, tim UGM juga tetap melakukan cleaning untuk memastikan data dan lokasi yang dilaporkan benar-benar sesuai.

"Data yang digunakan berasal dari warga atau volunteer. Kemudian, kami melakukan cleaning terhadap data, terutama untuk memastikan lokasi-lokasi yang dilaporkan sesuai. Jadi, dari sisi risiko AI, penggunaannya dibatasi pada proses perapian data dan analisis. Untuk analisis pun, AI hanya mengambil dan merangkum informasi dari peta-peta yang tersedia," kata Farda.

Diakses Rabu (26/8/2026) pukul 13.50 WIB, dashboard Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK) wilayah dekat Ruteng menampilkan angka 961 laporan. Jika marker atau titik tersebut dipilih, kemudian tombol analisis titik peta diklik, akan muncul penjelasan bahwa daerah dengan kerusakan parah dan membutuhkan intervensi segera yakni Ruteng, Manggarai Ruteng Flores, dan Manggarai Barat.

Hasil analisis tersebut juga menyarankan prioritas logistik utama yang harus disalurkan yaitu berupa beras, obat-obatan, dan makanan pokok lainnya, seperti mie instan, telur, air minum, dan selimut. Selain itu, juga diperlukan bantuan kesehatan, tenda darurat, dan fasilitas komunikasi untuk memulihkan wilayah terdampak.