NADIKABAR.COM — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dan perusahaan keamanan siber berasal dari Rusia, Positive Technologies, menjajaki kerja sama pelatihan bidang sains data, kecerdasan artifisial (AI), hingga keamanan siber.

Penjajakan kerja sama tersebut difasilitasi Sakuranesia Society sebagai lembaga yang menjembatani diplomatik, pendidikan, riset, serta pertukaran budaya antara Indonesia-Jepang, maupun mitra internasional.

“Keamanan siber dan kecerdasan artifisial kini tidak bisa dipisahkan. Model AI membutuhkan data yang aman, sementara sistem keamanan modern makin bergantung pada AI untuk mengenali ancaman. DSC FMIPA UI ingin berkontribusi di titik temu ini,” ujar Ketua Data Science Center FMIPA UI Alhadi Bustamam dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan keterkaitan antara AI dan keamanan siber membuka ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dan industri dalam menjawab tantangan keamanan digital.

Maka dari itu, kerja sama dengan mitra industri internasional dapat memperluas akses dosen dan mahasiswa terhadap kasus nyata serta praktik terbaik di bidang keamanan siber.

“Kami berharap penjajakan ini berujung pada riset bersama yang menghasilkan publikasi bermutu sekaligus solusi bagi persoalan keamanan digital di Indonesia,” katanya.

Pendiri Sakuranesia Society Tovic R mengatakan pertemuan tersebut bagian dari upaya mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dengan mitra internasional untuk mendukung pengembangan talenta digital.

“Kolaborasi internasional harus menjawab kebutuhan nyata Indonesia. Saat ini, salah satu kebutuhan terbesar kita adalah talenta digital yang andal di bidang keamanan siber dan AI,” ujarnya.

Tovic menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami tantangan penerapan.

“Kami berkomitmen mengawal tindak lanjut pertemuan ini, agar rencana yang dibahas hari ini segera terwujud dalam program konkret bagi mahasiswa dan dosen,” katanya.

Melalui inisiatif ini, Sakuranesia berharap, dapat mendukung pengembangan talenta Indonesia sekaligus memperluas jejaring persahabatan dan kerja sama dengan Jepang, Vietnam, dan Uzbekistan, serta pengembangan hubungan pendidikan dan riset antara Indonesia dan Rusia.

Director International Channels and Educational Program Positive Technologies Alexander Udalov menyampaikan kesiapan perusahaannya untuk berbagi pengalaman dan keahlian praktis di bidang keamanan siber.

“Kebutuhan akan tenaga ahli keamanan siber tumbuh lebih cepat daripada ketersediaannya, termasuk di Indonesia. Kami ingin berbagi keahlian praktis, agar mahasiswa memahami cara serangan bekerja sekaligus cara menangkalnya,” ujarnya.