NADIKABAR.COM — Militer Ukraina mengklaim bahwa serangannya telah memicu kerusakan pada enam jet tempur pengebom Su-34M milik Rusia. Kyiv menyebut serangan malam hari yang menggunakan rudal itu dilancarkan terhadap lapangan terbang Borisglebsk yang ada di wilayah Voronezh, Rusia.

Kepala Staf militer Ukraina, seperti dilansir Reuters, Kamis (15/10/2025), mengatakan bahwa enam jet tempur pengebom Rusia itu mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Su-34M merupakan jet tempur pengebom berukuran besar, dengan harganya diperkirakan mencapai puluhan juta dolar Amerika per unitnya.

Rusia sering menggunakan jet tempur pengebom ini untuk menjatuhkan bom luncur (glide bomb) yang destruktif ke kota-kota di wilayah Ukraina, terutama yang terletak di dekat garis depan pertempuran.

Militer Ukraina, dalam pernyataan via Telegram pada Kamis (15/10), menyatakan pasukannya menggunakan sistem rudal pesisir Neptune dalam serangan terhadap lapangan terbang Rusia tersebut.

Belum ada tanggapan langsung dari Moskow terhadap klaim Kyiv tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan dari medan pertempuran itu secara independen.

Menentang Trump, Zelensky Kembali Serang Kilang Minyak Rusia

Ukraina kembali menyerang kilang minyak Rusia untuk membalas rentetan serangan rudal dan drone Moskow pekan ini. Seorang pejabat Kyiv mengatakan bahwa serangan kembali dilancarkan usai sempat ditangguhkan selama beberapa hari, menyusul pengumuman gencatan senjata energi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada akhir pekan lalu.

Kremlin mengatakan pada Rabu (14/10) bahwa cakupan gencatan senjata energi itu belum ditentukan, dan pembahasannya masih berlangsung.

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan akan kembali menyerang kilang minyak Rusia, yang berarti melanggar gencatan senjata energi itu. Dalam wawancara dengan Financial Times, yang dipublikasikan pada Kamis (15/10), Zelensky menegaskan akan menunjukkan sikap lebih tegas terhadap Trump.

"Larangan (untuk menyerang kilang minyak) telah dicabut. Kami tidak akan menahan diri lagi," kata Zelensky dalam wawancara tersebut, seperti dilansir AFP.

Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataannya, menuduh Ukraina menargetkan kilang minyak di Ryazan, yang berjarak sekitar 180 kilometer sebelah selatan Moskow. Serangan pada Kamis (15/10) dini hari itu dilaporkan memicu kebakaran.

"Kebakaran terjadi setelah puing-puing drone jatuh di area kilang minyak tersebut," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Gubernur Ryazan, Pavel Malkov, mengonfirmasi terjadi kebakaran di kompleks kilang minyak tersebut, namun mengatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan yang disebutnya sebagai "serangan besar-besaran" itu.