NADIKABAR.COM — Pemerintah Ukraina pada Kamis menyebut sekurangnya 30 orang tewas akibat serangan Rusia terhadap sebuah bus penumpang di Kota Kramatorsk, Ukraina timur.
Dalam pernyataannya di media sosial Telegram, Gubernur Donetsk Vadym Filashkin mengatakan serangan Rusia menghantam sebuah bus penumpang di Ukraina timur.
Awalnya, Filashkin menyebut jumlah korban terdiri dari 12 orang tewas dan 14 lainnya terluka. Namun, ia kemudian mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 30 orang dengan korban luka 18 orang, serta menuding Rusia "sengaja mengincar rakyat sipil".
"Mengingat situasi keamanan yang memburuk secara drastis, saya telah memerintahkan otoritas militer di kota Kramatorsk dan Sloviansk untuk menangguhkan operasional transportasi umum," kata dia.
Laporan dari Kramatorsk tersebut muncul setelah informasi terbaru menyebut korban tewas serangan rudal Rusia ke Kota Pryluky di Chernihiv utara pada Rabu (7/10) meningkat jadi 22 orang.
Gubernur Chernihiv Vyacheslav Chaus berkata korban tewas tersebut mencakup lima anak-anak, sementara 50 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Ia menyebut serangan Rusia pada sore di hari yang sama menghantam ibu kota provinsi itu.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi penyelamatan para korban serangan di Pryluky telah rampung.
"Bahkan setelah serangan sebrutal itu, Rusia masih terus menyerang wilayah kami. Pagi ini, Rusia menghantam halte transportasi umum di Kramatorsk dengan bom udara ... Serangan Rusia seluruhnya mengakibatkan kerusakan di 10 wilayah," kata Zelenskyy melalui media sosial X.
Ia menyerukan mitra Ukraina untuk segera memasok alutsista pertahanan baru bagi negaranya, mengingat pasokan perangkat anti-rudal balistik, amunisi, dan rudal pencegat "secara langsung menyelamatkan banyak nyawa setiap harinya".
Di samping itu, Angkatan Udara Ukraina menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil merontokkan 126 dari 142 drone serbu yang diluncurkan Rusia. Moskow masih belum menanggapi klaim dari Kiev ini.
Terpisah, Wali Kota Moskow Vitali Klitschko menyebut tiga orang tewas dan 14 lainnya terluka, dengan 8 di antaranya harus dirawat di rumah sakit, karena serangan Rusia.
Saling serang antara Moskow dan Kiev semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan serangan diarahkan ke pusat logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi.
Meski demikian, mereka membantah secara sengaja menyerang infrastruktur sipil dengan berdalih bahwa serangan diarahkan ke sasaran militer atau fasilitas terkait kegiatan militer.
Penerjemah: Nabil Ihsan