Azhar menilai pondok pesantren perlu memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar publik memahami aktivitas pendidikan dan kehidupan santri secara utuh.
Lembaga pendidikan tidak cukup memberikan penjelasan ketika menghadapi isu negatif. Pondok pesantren juga perlu membuka ruang interaksi agar masyarakat dapat melihat langsung proses pendidikan yang berlangsung.
"Mari mendekati pesantren dengan hati, bukan dengan pikiran suuzon. Silakan masyarakat datang dan melihat sendiri apa yang ada di pesantren, sehingga bisa mengetahui bagaimana pendidikan dan kehidupan santri yang sesungguhnya," ujarnya.
Sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat, Ponpes Nurul Hikmah Langko menggelar Kemah Dakwah untuk menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari sejumlah sekolah di luar lingkungan pesantren.