Ular ini dapat tumbuh hingga 5,6 meter, menjadikannya ular berbisa terpanjang di dunia. Persebarannya terutama berada di Asia, mulai dari India, China, Filipina, hingga Kepulauan Sunda di Indonesia.
King cobra juga memiliki racun neurotoksik yang menyerang sistem saraf. Satu gigitan disebut cukup untuk membunuh seekor gajah dewasa atau sekitar 20 manusia.
Meski mampu mengangkat sepertiga tubuhnya dari permukaan tanah dan tampak mengintimidasi, king cobra justru dikenal sebagai ular yang pemalu dan berhati-hati. Di sisi lain, kemampuan berburu dan beradaptasinya menunjukkan kecerdasan yang cukup menonjol.
Sebagai predator aktif, king cobra menggunakan kemampuan tersebut untuk mengintai mangsa secara strategis, termasuk ular berbisa lainnya. Bukti anekdot juga menunjukkan ular ini mampu mengingat lingkungan, mengenali penjaganya di penangkaran, hingga mengikuti tugas sederhana dalam pemeriksaan medis.