"Tidak ada yang tahu. Nanti setelah dibakar dia punya pohon itu, dia punya akar, baru ketahuan dia keluar. Selama ini tidak ada keluhan masyarakat di situ," ungkap Fransiskus.

Pihaknya menduga ular piton tersebut sengaja bersarang di dalam lubang akar untuk menghindari cuaca ekstrem. Kondisi kemarau membuat reptil tersebut mencari tempat berlindung yang lebih adem.

"Kondisi cuaca musim kemarau ini kan dia sekarang cari tempat yang berteduh. Makanya dia rasa nyaman masuk di situ, di lubang akar kayu," jelasnya.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera mengamankan ular piton tersebut agar tidak membahayakan warga. Setelah dievakuasi, ular tersebut langsung dikembalikan ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman.

"Tadi dilepaskan sama teman untuk ke habitatnya di atas, dekat satelit," pungkasnya.