"Terjadi persaingan yang dinamis, tidak hanya di Men Elite tetapi juga di semua kelas. Ketika faktor hafalan tidak lagi ada di benak rider, mereka harus menyusun strategi baru menghadapi kejuaraan," kata perwakilan 76Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, dalam keterangan persnya.

Persaingan tak kalah menarik tersaji di kelas Men Junior. Dimas Aradhana memimpin klasemen dengan 360 poin, hanya unggul 40 poin dari Ahmad Nasywa Ridhodin yang mengoleksi 320 poin. Nazwa Agazani berada di posisi ketiga dengan 280 poin.

Ketatnya persaingan membuat seri pamungkas menjadi kesempatan penting bagi ketiga rider untuk memperebutkan gelar juara umum. Terlebih, 2026 merupakan tahun terakhir mereka berlaga di kelas Men Junior sebelum beralih ke kelas Men Elite.

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan Ternadi Bike Park menjadi satu-satunya venue yang dipertahankan pada kalender kompetisi tahun ini. Meski demikian, penyelenggara tetap melakukan perubahan lintasan untuk mengurangi keuntungan yang berasal dari hafalan trek.