Menurut Triwarno, keterlibatan UMKM lokal di Papua ini merupakan hal yang penting untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha Papua.

"Para pelaku usaha dapat memperkenalkan produk sehingga membuka peluang pasar dalam kerja sama ekonomi Indonesia dan Papua Nugini," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa persiapan BTF tersebut melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Bea Cukai. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan peserta dan berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan.