"Terus yang kedua, kami menginventarisir potensi-potensi entrepreneur dari mahasiswa. Nah itu kami data, setelah itu mereka buat proposal, setelah itu mereka ajukan pendanaan ke kami, kami berikan pendanaan," sambungnya.

Tak berhenti pada pendanaan, Bachtiar mengatakan, UMY juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan produk mereka melalui berbagai ekspo kewirausahaan. Ekspo tersebut menjadi salah satu cara mempertemukan produk mahasiswa dengan pihak eksternal, termasuk perusahaan atau industri yang berpotensi membantu pengembangan bisnis.

"Ya, untuk apa aja showcase. Nanti kalau pihak begitu tertarik ya tentu itu akan menarik perusahaan untuk memasifikasi, mendistribusikan, dan memasarkan," jelasnya.

Program kewirausahaan UMY juga tidak hanya menyasar mahasiswa. Bachtiar menyebut konsep tersebut diterapkan dalam pengabdian masyarakat melalui KKN entrepreneur dan pengabdian dosen.