Bachtiar menambahkan, UMY juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung rintisan bisnis mahasiswa.
"Kami memang mengalokasikan anggaran khusus untuk rintisan-rintisan inkubasi bisnis, dan yang kedua, rintisan-rintisan terkait startup-startup yang diinisiasi oleh mahasiswa," jelasnya.
Bachtiar menyebut bisnis yang dikembangkan mahasiswa saat ini banyak bergerak di sektor digital. Rintisan berbasis platform dan layanan online disebut lebih dominan dibandingkan bisnis manufaktur maupun pengolahan.
"Anak-anak lebih banyak yang inovasi-inovasi digital itu lho. Online, berbasis platform kayak gitu-gitu banyak juga, anak-anak ke sana," tuturnya.