"Semua mahasiswa di UMY, baik dari dalam maupun luar negeri, kami bantu dengan berbagai fasilitas program, termasuk insentif transportasi dan visa. UMY juga memberikan hibah mobilitas internasional agar mahasiswa kami bisa belajar ke luar negeri," imbuh Slamet.

Menurutnya, mobilitas internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun lingkungan akademik yang semakin global. Interaksi mahasiswa dari berbagai negara memungkinkan terjadinya pertukaran perspektif, budaya, dan pengalaman akademik di lingkungan kampus.

Bangun Atmosfer Akademik Internasional

Slamet menilai atmosfer akademik internasional di UMY kini semakin kuat. Kondisi tersebut ditopang oleh kehadiran dosen dan akademisi asing, mahasiswa internasional termasuk dari negara-negara ASEAN, serta semakin banyaknya mahasiswa UMY yang memperoleh pengalaman belajar di luar negeri.

Kehadiran akademisi dari berbagai negara juga memberikan kesempatan bagi sivitas akademika UMY untuk terlibat dalam diskusi, pembelajaran, dan kolaborasi dengan perspektif yang lebih luas.

"Bagi mahasiswa, kondisi tersebut dapat membuka eksposur internasional, termasuk pemahaman budaya. Kemampuan bahasa Inggris mereka meningkat dan mereka semakin percaya diri dalam mempersiapkan karier setelah lulus kuliah," pungkas Slamet.