Teddy mengatakan, keberangkatan pada fase akut memungkinkan tim membantu korban yang masih belum memperoleh penanganan medis. Tim juga akan mendata kebutuhan riil yang ditemukan di lapangan, termasuk dukungan psikologis bagi penyintas yang mengalami trauma pascabencana.

"Harapannya, dengan adanya tim aju ini mendata dan mengidentifikasi, tim berikutnya bisa menyusul dengan kebutuhan yang komprehensif. Misalnya kebutuhan PTSD, kita bisa mengirimkan teman-teman dari Psikologi," harapnya.

Sementara itu, Dekan FK Unair Prof Dr Eighty Mardiyan K, dr, SpOG. SubSpUrogin-RE yang turut hadir dalam pelepasan di Gedung Rektorat lantai 4 mengatakan, penugasan tersebut merupakan salah satu bagian dari implementasi sebagai institusi pendidikan yang berdampak.

"Semoga tim dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Aamiin," pungkas Prof Eighty.