Ia menambahkan perbedaan kadar katekin, tanin, kadar air, abu, dan kebersihan menjadi tantangan untuk memenuhi spesifikasi industri secara konsisten.
Sementara Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Unand Dr Eng Muhammad Makky menyatakan kendala utama gambir ialah belum terintegrasinya produksi, pengolahan, teknologi, pembiayaan, dan pemasaran dalam satu ekosistem bisnis.
Oleh karena itu, pengembangan gambir harus dilakukan melalui perubahan pendekatan dari perdagangan komoditas menuju pembangunan industri berbasis nilai tambah.
Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan melalui pendekatan Pentahelix. Melalui pendekatan pentahelix, Unand mendorong keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan industri, masyarakat, serta media.
Ia menambahkan dalam rancangan kolaborasi ini, Universitas Andalas berperan sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi sekaligus penghubung para pemangku kepentingan untuk membangun model bisnis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dan industri.