NADIKABAR.COM β Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendesak agar dunia mempercepat upaya untuk mengubah modal dan teknologi yang tersedia menjadi investasi hijau, jelang pelaksanaan Konferensi Iklim COP31 mendatang.
Ketika berbicara dalam Investment Summit Towards COP31 di Istanbul, Wakil Asisten Administrator Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Nick Rene Hartmann pada Jumat mengatakan tantangan utama saat ini adalah menghubungkan sumber daya keuangan dengan proyek-proyek iklim dan pembangunan yang layak untuk dijalankan.
βKita tidak kekurangan modal. Waktu bukanlah kawan kita,β katanya.
Hartmann memperkirakan nilai sistem keuangan global mencapai 305 triliun dolar AS. Ia membandingkan angka tersebut dengan kesenjangan pembiayaan tahunan sebesar 4,3 triliun dolar AS yang dibutuhkan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) di negara-negara berkembang, atau sekitar 1,4 persen dari total nilai sistem keuangan global.
Menurutnya, proyek energi bersih di negara-negara berkembang dapat menghadapi biaya pembiayaan hingga tujuh kali lebih tinggi dibandingkan proyek serupa di negara-negara maju.
Pejabat UNDP itu mencatat bahwa sejak 2010, biaya energi surya telah turun sebesar 90 persen, sementara biaya penyimpanan energi melalui baterai turun 93 persen.
Hartmann menegaskan bahwa penurunan biaya tersebut perlu didukung oleh regulasi yang efektif, infrastruktur yang andal, serta pembagian risiko.
Lebih lanjut dirinya menyambut ambisi Turkiye untuk menjadikan COP31 sebagai βCOP implementasiβ dengan menekankan bahwa investasi harus ditingkatkan secara cepat dan dalam skala yang memadai.
Inisiatif Climate Bridge, yang akan diperkenalkan pada COP31, bertujuan mengubah komitmen iklim menjadi peluang investasi. Menurut Hartmann, proyek-proyek percontohan awal direncanakan di Ethiopia, Fiji, Indonesia, Pakistan, dan Uzbekistan.
Pendekatan tersebut akan menggabungkan pembiayaan konsesional, hibah, jaminan, instrumen berbagi risiko, serta modal swasta.
Hartmann mengatakan UNDP telah mengidentifikasi 700 peluang investasi pembangunan berkelanjutan di 50 negara.
Sejak 2022, UNDP juga telah mendukung berbagai inisiatif yang membantu menyelaraskan lebih dari 920 miliar dolar AS dalam pembiayaan publik dan swasta dengan SDG.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan