Tiur mengatakan suaminya orang yang sangat sopan dan baik di mata keluarga besar. Dedikasi tingginya pada pekerjaan menemui puncaknya ketika dia menemui ajal saat bekerja.

"Dia mengembuskan napas terakhir dalam keadaan kerja. Dia teman kerja sekaligus suami, malaikat yang dikasi Tuhan bukan untuk saya tetapi keluarga besar saya. Untuk semua masyarakat di Wamena," kenang Tiur.

"Saya percaya Tuhan tidak buta. Pembalasan itu bukan milik saya tetapi itu milik Tuhan," tandasnya.