NADIKABAR.COM — Universitas Hasanuddin (Unhas) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor Laste Kay Rala Xanana Gusmão. Penghormatan akademik itu atas perjalanan panjang Xanana Gusmão memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste.
Pemberian gelar kehormatan berlangsung di Baruga A.P Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (5/9/2026). Gelar Doktor Honoris Causa itu ditandai dengan penyerahan ijazah oleh Rektor Unhas Jamaluddin Jompa kepada Xanana Gusmão.
"Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahnya lah kita hadir dalam peristiwa yang sangat bermakna ini yaitu penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Universitas Hasanuddin kepada yang mulia Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão," ujar Jamaluddin saat sambutan.
Ia menegaskan penghormatan yang diberikan Unhas bukan sekadar pengamatan gelar. Melainkan keyakinan akademi atas kepemimpinan Xanana Gusmão.
"Hari ini Unhas tidak hanya mengamanatkan sebuah gelar, kita sedang menegaskan sebuah keyakinan akademik, bahwa pengalaman kepemimpinan dapat menjadi sumber pengetahuan," ucapnya.
Kepemimpinan Xanana Gusmão menunjukkan kemampuan membangun rekonsiliasi. Sehingga Timor Leste mampu mampu membangun masa depan yang lebih baik.
"Bahwa rekonsiliasi dapat dipelajari sebagai jalan transformasi formil, bahwa perdamaian tidak dapat dengan sendirinya, melainkan hasil dari keberanian penguatan politik, penguatan tata kelola dan institusi serta kesediaan membangun masa depan bersama," jelasnya.
Penghormatan Doktor Honoris Causa menandai tingkat penghargaan Unhas terhadap sosok yang punya andil besar. Karena itu, Jamaluddin menyebut gelar ini memandang Xanana Gusmão punya kontribusi besar untuk pengetahuan generasi masa mendatang.
"Gelar Doktor Honoris Causa merupakan salah satu penghargaan akademik tertinggi sebuah investasi. Karena itu gelar ini tidak diberikan semata-mata karena jabatan, popularitas atau pun jabatan politik," jelasnya.
"Pertanyaan akademik yang harus kita jawab adalah pengetahuan apakah yang lahir dari yang kita jalani sebagai kontribusi seorang tokoh dan mengapa pengetahuan itu penting bagi masyarakat dan generasi yang akan datang," sambungnya.