NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong transformasi digital petani pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dengan menghadirkan platform Agromaritim-Hub berbasis Android. Hal ini bertujuan agar petani pala di Fakfak bisa bersaing secara global melalui digital farming (pertanian presisi) dan transparansi data.

Tim TEP Unhas menggelar Workshop dan Pelatihan Kader Digital Farming (DigiFarm) di Weri Saharey, Distrik Fakfak Timur, pada 21-23 Agustus 2026. Kegiatan diikuti 40 petani dari Kampung Weri dan Kampung Saharey, sebanyak 25 persen peserta merupakan perempuan yang telah memiliki telepon seluler.

Ketua Tim TEP 20 Unhas Muhammad Junaid Ph.D mengatakan Fakfak dikenal sebagai surganya komoditas pala unggulan (myristica fragrans) yang memiliki nilai historis, ekologis, dan ekonomis yang tinggi. Namun potensi agro maritim yang besar itu seringkali terhambat panjangnya rantai distribusi konvensional.

"Tujuan utama Tim Ekspedisi Patriot dalam pengabdian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan potensi kawasan Weri Saharey, menghubungkan pengetahuan saintifik dengan pengguna di lapangan, mengakselerasi inovasi dan adopsi teknologi tepat guna," kata Junaid dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Dia mengungkapkan tim TEP Unhas melatih petani pala Weri Saharey agar mampu melakukan pencatatan secara online terkait fluktuasi produksi, spesifikasi mutu pala, dan ketersediaan stok riil. Sehingga pembeli luar bisa mengakses informasi tersebut secara end-to-end dalam dashboard online yang disediakan.