NADIKABAR.COM — Tim 19 TEP Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penanaman 1.500 pohon mangrove di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Penanaman ribuan bibit mangrove tersebut dilakukan di kawasan pesisir Kampung Saharey, Fakfak pada Jumat (4/9/2026). Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Tim 19 TEP Unhas, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saharey, serta masyarakat sekitar Kampung Saharey.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Yang paling penting adalah bagaimana bibit yang telah ditanam dapat dirawat dan dijaga bersama sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Kampung Saharey dalam jangka panjang," kata Ketua Tim 19 TEP Unhas Nita Rukminasari dalam keterangannya.

Dia mengatakan ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, di antaranya sebagai pelindung alami pantai, habitat berbagai biota, serta bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

"Karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga pada keberlanjutan pemeliharaan setelah penanaman," ujarnya.

Keterlibatan Pokdarwis dan masyarakat Kampung Saharey menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan muncul rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk menjaga mangrove yang telah ditanam.

Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir. Semangat gotong royong yang terlihat selama kegiatan menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

"Melalui penanaman 1.500 bibit mangrove ini, Tim 19 TEP Unhas bersama Pokdarwis dan masyarakat Kampung Saharey berkomitmen untuk terus mendorong aksi-aksi positif dalam menjaga lingkungan," pungkas Nita.