NADIKABAR.COM — Komisi Uni Afrika, Minggu (4/10) menyampaikan tidak bermaksud menyalahkan Mesir atau negara tetangga mana pun atas perkembangan di Ethiopia setelah Kairo memprotes pernyataan sebelumnya dari badan tersebut mengenai ketegangan di kawasan.

Komisi tersebut mengatakan telah mencatat keberatan Mesir terhadap pernyataan lembaga itu pada 1 Oktober yang mendesak Ethiopia, Eritrea, dan Mesir untuk menahan diri semaksimal mungkin, menjaga saluran komunikasi tetap terbuka, serta menyelesaikan perbedaan melalui diplomasi.

“Dalam keadaan apa pun,” pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyematkan tanggung jawab atas perkembangan di Ethiopia kepada negara tetangga mana pun, kata komisi tersebut.

Menurut komisi, seruan itu disampaikan setelah pengusiran para diplomat dari Addis Ababa, Kairo, dan Asmara serta bertujuan mencegah kesalahpahaman, eskalasi, atau meluasnya ketegangan yang dapat mengancam stabilitas kawasan.

Komisi itu juga menegaskan kembali komitmennya terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan persatuan nasional negara-negara anggota Uni Afrika, serta prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Komisi menekankan bahwa pernyataannya semata-mata berada dalam mandat lembaga itu untuk mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di seluruh benua Afrika dan tidak dimaksudkan untuk mengomentari perkembangan domestik di negara-negara anggota.

Pada Sabtu, Mesir memprotes pernyataan komisi itu. Seorang sumber resmi Mesir menyebutnya sebagai “upaya yang tidak dapat dipahami” untuk menyeret Kairo ke dalam persoalan internal Ethiopia.

Komisi Uni Afrika mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada hubungannya dengan Mesir, yang disebutnya sebagai salah satu negara pendiri Uni Afrika dan mitra utama dalam mendorong perdamaian, keamanan, integrasi, dan pembangunan di seluruh Afrika.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia