Maman memaparkan, di balik kemeriahan arak-arakan tersebut, ada alasan emosional mengapa warga desa begitu antusias dan terharu merayakan pernikahannya. Setelah melewati perjalanan hidup dan asmara yang penuh liku serta kegagalan, kini di usianya yang menginjak 44 tahun, ia akhirnya bisa menikah untuk pertama kali.

"Perasaannya sih kayak mimpi gitu, nggak nyangka. Saya juga nggak nyangka bisa sampai ke jodohnya saya seperti ini. Ya intinya saya bersyukur lah bisa menemukan jodoh. Karena dulu-dulu saya juga pernah berhubungan tapi selalu tidak disetujui oleh orang tua (pihak wanita). Mungkin karena dari saya orang biasa atau orang yang kurang berkecukupan, penilaian orang tua kan beda-beda seperti itu," tutur Maman.

Maman sendiri merupakan figur yang sangat familiar di desanya. Mantan Ketua Pemuda Desa Purwasari ini kini dipercaya memegang amanah mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setelah menjalin hubungan sekitar 1,5 tahun dengan Novita Eka Sari yang juga tetangga satu desanya, ia akhirnya mantap melangkah ke jenjang pernikahan. Ke depan, ia berharap pernikahannya senantiasa dilimpahi kebahagiaan serta keberkahan.

"Nah, masalahnya kenapa banyak orang yang nganterin, intinya banyak orang yang iba sama saya karena mereka itu tahu perjalanan saya memperjuangkan untuk ingin menikah itu seperti apa. Makanya kemarin pas acara nikah itu banyak yang menangis, ibu-ibu ke saya, sampai mengucapkan selamat," pungkas Maman.