NADIKABAR.COM — Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat (NTB), menekankan pentingnya inovasi komunikasi yang tidak hanya berorientasi pada perkembangan teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram Sitti Latifah saat membuka "The 4th International Conference on Communication Science (ICCS)" dan Seminar Nasional Komunikasi Ke-7 (SEMNASKOM), program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mataram, Kamis.

“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan pemahaman, mendorong partisipasi, dan memungkinkan pertukaran yang bermakna,” ucap Sitti Latifah dalam sambutannya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, mengakses informasi, dan berinteraksi. Namun perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan berupa misinformasi, ketimpangan akses informasi, serta kebutuhan untuk menjaga kepercayaan publik.

Menurut dia, inovasi komunikasi perlu membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat, memperkuat partisipasi yang inklusif, memberdayakan komunitas, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sitti Latifah mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memastikan pengetahuan akademik dapat menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Unram, lanjutnya, turut mengembangkan mata kuliah wajib universitas yang mengintegrasikan teknologi, komunikasi, dan sosiologi untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Forum ICCS dan seminar nasional tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian dengan praktik komunikasi, pengalaman lokal dengan perspektif global, serta gagasan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu konferensi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi di bidang komunikasi, penelitian, dan praktik.

Kegiatan tersebut mencakup kuliah tamu internasional dan kerja sama kemitraan antarlembaga sebagai upaya memperluas kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Sitti Latifah berharap forum tersebut tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat menghasilkan kemitraan, kegiatan bersama, dan manfaat nyata bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.