Anthony Raza, Head of UOBAM Multi-Asset Strategy, mengatakan, "Pesan utama bagi investor adalah ekonomi global masih memiliki ketahanan meski terus menghadapi berbagai tekanan. Sulit menemukan periode dalam sejarah ketika pertumbuhan laba perusahaan global sekuat saat ini, terlebih pada tahap sejauh ini dalam siklus ekspansi ekonomi. Namun, siklus ekonomi mulai memperlihatkan sejumlah tanda khas fase akhir. Meski tanda-tanda fase akhir siklus ini perlu terus dicermati, kami menilai saat ini masih terlalu dini untuk meninggalkan strategi investasi yang berorientasi pada pertumbuhan."
Dalam strategi alokasi asetnya, UOBAM tetap memiliki penilaian overweight terhadap instrumen saham dan underweight terhadap instrumen pendapatan tetap. UOBAM juga mempertahankan prospek positif terhadap komoditas dan memandang emas sebagai sumber penting untuk diversifikasi portofolio.
Untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai instrumen saham, pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas, baca 4Q 2026 Investment Strategy: https://www.uobam.com.sg/insights/quarterly-investment-strategy/qis4q26.page
UOB Asset Management Ltd (UOBAM) merupakan anak usaha United Overseas Bank Limited. Berdiri pada 1986, UOBAM berpengalaman sekitar 40 tahun mengelola skema investasi kolektif dan discretionary fund di Singapura. Hingga 31 Agustus 2026, UOBAM mengelola 63 unit trust di Singapura, sedangkan dana kelolaan UOBAM bersama anak-anak usahanya tercatat senilai S$43,9 miliar.