"Keputusan ini diambil berdasarkan analisis taktis objektif sekaligus rekam jejaknya sudah teruji di iklim sepak bola Indonesia. Ia memahami bagaimana kultur, tekanan, dan gaya kompetisi di sepak bola nasional," ujar Iksan.

Manajemen klub ingin hasil lebih baik di kasta tertinggi Liga Indonesia. Pasalnya, porak-poranda di awal Super League musim ini karena sama sekali belum memetik kemenangan dari tujuh laga terakhir.

Klub promosi itu baru mengemas dua hasil imbang dan lima kekalahan. Akibatnya, PSIM terpendam di peringkat ke-17 atau zona degradasi dengan dua poin.