NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman memberikan perkembangan terbaru data siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nyaen, Pandowoharjo, Sleman. Data hingga hari ini, tercatat ratusan siswa mengalami gejala keracunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, memaparkan kejadian ini sudah termasuk kejadian luar biasa (KLB).

"Update terkait KLB kerpang (keracunan pangan) di wilayah Kapanewon dan Puskesmas Sleman, berdasarkan data sementara, telah dilakukan pendataan terhadap 1.110 responden dan ditemukan 229 orang dengan keluhan kesehatan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (3/9).

"Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit perut dan diare," sambung Yuli.

Meski begitu, Yuli masih belum merinci data tersebut, termasuk data per sekolah. Namun ia memastikan tidak ada siswa bergejala yang sampai dirawat inap di fasilitas kesehatan.

Yuli menambahkan, pemeriksaan sampel makanan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan. Terhadap para siswa bergejala juga terus dilakukan pemantauan dan penanganan.